@afriadyyradi: Oh I miss you now. I wish you could see. Just how much your memory will always mean to me.
Setidaknya semenjak kamu pergi aku bisa merasakan bagaimana rindu itu benar-benar dewa. Rindu yang merajut air mata dan kesedihan, menyulam hasrat dan keinginan yang menjadikanku begitu kompulsif. Rasa-rasanya aku laksana pecandu yang sedang sakau gulungan tembakau yang terbakar di ujung gulungannya. Bagaimana mungkin kamu bisa se-candu itu kepadaku? Bagaimana mungkin kamu bisa menyiksaku dengan hamparan rindu yang tidak berkesudahan? Inikah wujud penantianmu yang akhirnya kandas oleh cinta yang lain lalu kemudian meninggalkanku duduk sendiri di bangku taman peraduan kita? Inikah yang benar-benar kamu inginkan? Sayang, kamu telah membiarkan rindu saya menjadi mubazir. Sia-sia dan larut dalam kepercumaan.
No comments:
Post a Comment