Thursday, August 29, 2013

Rumah Kita

Kita akan pulang. Kemanapun kita pergi, sejauh apapun kita melangkah.
Rumah, adalah sebaik-baiknya tempat kembali pulang.
Jauh-jauh kita berlari, mencari teman, menemukan cinta. Dan di sinilah kemudian kita beradu.
Segala peluh dan lusuh, melawan musuh dan rusuh. Dan di sinilah kemudian kita disuruh-suruh.
Kesana-kemari kita mencari arti hidup, namun di rumah kita jugalah kita menemukannya.
Teman-teman yang kita temui di luar sana, di rumah kita pula lah sebenar-benarnya teman itu ada.
Segala rasa dan asa yang berdansa-dansa di angkasa, berasa sangat biasa dan akhirnya di sinilah kemudian kita memuja-muja masa.
Kita berkelana, menjelajahi segala bentuk patah hati dan keputusasaan lalu sebaik-baik tempat kembali adalah di sini, di hati kita sendiri.
Kembalilah pulang wahai jiwa-jiwa yang masih tersesat mencari sejatinya rumah, kembalilah kemari, di hati kita.

Sunday, January 13, 2013

Kolega

Terbilang. Telah lama semenjak gairah itu menghilang termakan ngengat waktu dan bosan. Di sini, di tempat ini. Tempat di mana jenuh berkiprah seutuhnya, menghapus sedikit akrab dan relasi, serta menunjang rutin dan sibuk.
Bahwasanya setiap hari yang berlalu, hanya berlaku begitu saja. Hari di mana pensil dan penghapus berjalan secara tut wuri handayani, yang satu sibuk menoreh dan yang satu bekerja keras menghapusnya.
Kala ini, zaman ini... sudah tak muda lagi. Yang satu menua perlahan sedang yang lain tetap setia mengekor. Sejajar namun tak beriringan. Begitulah kira-kira kamu dan aku.
Jika memang tempat merupakan pemisah yang nyata buat kita, maka waktu adalah penghubungnya. Sedikit pahit memang membayangkan hal-hal sempurna yang telah berakhir pada kita. Ya, tepat berakhir di kita.
Terus, mau apa lagi?

Monday, October 1, 2012

Kekasihmu

@afriadyyradi: Pacar kamu, mungkin akan menghapus beberapa derajat persahabatan kita.

Beginilah kemudian kesendirian itu berawal. Orang yang mestinya kamu andalkan, malah mangkir ke percintaan antah-berantah. Momen seperti ini yang sayang sekali menjadikan pertemanan turun tahta dan hampir-hampir kehilangan arti. Kekasih tidak semestinya menjadikan persahabatan kita terlacurkan, terpinggirkan dengan beraninya. Termarginalkan ke tepi jurang kesetiakawanan. Namun kemudian hal ini membuat kita belajar bahwa kekasih akan mengurangi beberapa derajat kadar persahabatan kita. Kekasih kamu, kawan.

Ikhlas

@afriadyyradi: Mungkin kamu akan khatam mengenai ikhlas melepaskan ketika kamu telah berkali menjadi orang yang ditinggalkan.

Jika ditinggalkan oleh seseorang itu menyakitkan, maka akan lebih perih lagi jika seseorang lagi menyusul pergi. Lalu mungkin kamu akan menjadi orang yang belajar ikhlas setelah kamu merasakan menjadi orang yang ditinggalkan untuk ketiga-kalinya. Hanya butuh belajar, hanya perlu penyesuaian rasa. Bahwa siapapun itu, akan mengalami pergi. Pun akan merasakan ditinggal. Maka, mengapa kita tidak memetik hikmah dari keduanya itu?

I Miss You

@afriadyyradi: Oh I miss you now. I wish you could see. Just how much your memory will always mean to me.

Setidaknya semenjak kamu pergi aku bisa merasakan bagaimana rindu itu benar-benar dewa. Rindu yang merajut air mata dan kesedihan, menyulam hasrat dan keinginan yang menjadikanku begitu kompulsif. Rasa-rasanya aku laksana pecandu yang sedang sakau gulungan tembakau yang terbakar di ujung gulungannya. Bagaimana mungkin kamu bisa se-candu itu kepadaku? Bagaimana mungkin kamu bisa menyiksaku dengan hamparan rindu yang tidak berkesudahan? Inikah wujud penantianmu yang akhirnya kandas oleh cinta yang lain lalu kemudian meninggalkanku duduk sendiri di bangku taman peraduan kita? Inikah yang benar-benar kamu inginkan? Sayang, kamu telah membiarkan rindu saya menjadi mubazir. Sia-sia dan larut dalam kepercumaan.